Laman

Kamis, 25 Mei 2017

Taster, Peran Perempuan Dalam Sebuah Hubungan



Berbicara mengenai sebuah hubungan (pacaran), menurut kamu siapa yang paling dirugikan? Perempuan kah? Atau laki-laki? Dalam pandangan saya, perempuanlah yang sangat dirugikan. Tidak dapat kita pungkiri, berhubungan layaknya suami istri sudah dapat dikatakan lumrah terjadi pada mereka yang merajut cinta, mereka ngatakan berhubungan intim adalah bukti cinta, apakah itu benar? Untuk laki-laki, jika memang kalian mencintai wanitamu, kalian tidak akan pernah merusaknya dengan dalih simbol cinta, kalian akan menjaganya sampai waktu yang telah ditentukan, nikmatnya akan berbeda.
Jika saya seorang perempuan, daripada memberikan keperwanan saya sia-sia pada pasangan yang belum tentu jadi suami, lebih baik saya menjualnya, sama nikmatnya, dan yang terpenting, bonusnya dapat uang. Pilihan halu, dua opsi yang tidak baik untuk dipilih. Menjaganya sampai menikah adalah pilihan terbaik.
Untuk perempuan, apakah kalian dengan mudahnya memberikan keperwanan hanya dengan mendengar kata-kata manis pasanganmu? Apakah kalian tidak memikirkan bagaimana perasaan orang tuamu? Lalu bagaimana masa depanmu? Bagaimana jika pasangan yang menikamti keperawananmu tidak menjadi suamimu? Bagaimana jika kamu mendapatkan suami yang berperinsip, bercinta pada malam pertama setelah menikah, berharap mendapatkan hadiah dari sang istri, hadiah yang hanya ia bisa mendapatkannya, lalu apa yang terjadi ketika malam pertama, sang istri ternyata sudah “bolong”. Apakah ia tidak kecewa? Hadiahnya ternyata sudah dibuka orang lain. Buruknya,  bagaiaman jika ia ingin menceraikanmu? Bisa saja kan! Jika dia menerima keadaan kamu sekarang, kamu beruntung. (realita kehidupan di Indonesia)
Untuk perempuan, apakah kamu pernah berpikir bagaimana jika kamu hamil di luar nikah? Pasanganmu yang dulu berkata akan bertanggungjawab pergi meninggalkamu. Lalu siapa yang paling dirugikan? Anakmu! Kamu bisa saja menggurkannya, meliahatnya menangis atas kekejaman ibu dan ayahnya. Ataupun kamu memepertahankannya, situasi sosial akan membuatnya terlihat berbeda. Ada beberapa kasus yang memojokan mereka, yang lahir di luar nikah, yang sering dicibir sebagai anak haram. Apakah kalian tidak merasa bersalah? Kasihan pada anakamu yang menjadi korban atas nafsu birahi kedua orang tuanya.
Entahlah, kenapa saya mebela wanita, padahal saya diuntungkan sebagai laki-laki yang bisa menikmati tubuh wanita, tidak hanya satu, tergantung berapa kali saya merajut cinta. Apakah kalian perempuan tidak pernah berpikir? Betapa beruntungnya laki-laki bisa menikmati banyak “lubang” dengan hanya kata-kata manis dan rayuannya yang membuat kamu mudah membuka baju.
Untuk perempuan, ketika kamu membeli makanan, apakah kamu selalu meminta taster untuk mengetahui rasa dari makanan yang akan kalian beli? Nah, kalian bisa dikatakan sebagai taster, bisa dicoba tapi belum tentu dibeli (belum tentu dijadikan istri), sorry to say that, but that what happened nowadays.
Untuk laki-laki, realitanya, setiap laki-laki memiliki birahi yang sangat tinggi dan sewaktu-waktu bisa saja meledak, termasuk saya. Namun, merusak wanita sama saja menyakiti ibumu sendiri, menjaga kesucian dan kehormatan wanitamu akan membuktikan siapa kamu sebenarnya, pria sejati ataukah pecundang.
Akhir kata, berjalanlah dijalan yang seharusnya kamu lalui, rajutlah sebuah hubungan dengan landasan seutuhnya cinta, bukan nafsu. Kamu akan menemukan sebuah keindahan yang tidak pernah bisa dilihat oleh mereka yang menyalahgunakan cinta demi sebuah kepuasan. Bangunlah pondasi cinta yang positif, cinta yang tidak akan membawa penyesalan diakhir cerita.

Senin, 13 Februari 2017

Miss Universe dan Kharisma Pemenang



Miss Universe merupakan salah satu ajang kecantikan terbesar di dunia, ajang ini sangat prestisius di kawasan Amerika latin. Namun kini Asia pun tak ingin kalah dari benua seberang, contoh saja 3 negara Asia Tenggara yang tengah naik daun ini; Indonesia, Philippines dan Thailand. Negara-negara tersebut berbondong-bondong mengirimkan wanita terbaiknya untuk mengikuti Miss Universe.
Setiap tahunya, puluhan wanita cantik dari seluruh dunia berkumpul untuk merebut satu mahkota, Miss Universe. Lalu, wanita dengan kriteria seperti apa yang pantas menyandang gelar Miss Universe. Semenjak kepemilikian Miss Universe berpindah dari Donald Trump ke IMG/WME. Miss Universe seakan memiliki wajah baru, tidak hanya wajah cantik dan tubuh semampai bak boneka barbie, lebih dari itu, kini Miss Universe mencari sosok yang mampu menginspirasi, tangguh, cerdas, pekerja keras dan tentunya memiliki personality atau attitude yang baik.
Dalam sebuah kompetisi, menang dan kalah adalah hal biasa, yang tidak biasa adalah kecantikan para peserta Miss Universe, karena pemenang hanya satu, maka akan begitu banyak wanita cantik yang duduk-duduk manja di backstage, dan beberapa diantara mereka memiliki kharisma seorang pemenang namun karena satu atau dua hal, mereka harus menerima kegagalan untuk merebut mahkota Miss Universe, berikut beberapa peserta Miss Universe 2012-2016 dengan kharisma yang mematikan:
Satu hal yang bisa kita jadikan pelajaran, keindahan fisik “cantik” saja memang tidak cukup, jika saja kamu memiliki satu atau dua dari kriteria di atas yang bisa menemani kecantikanmu, bukan hanya mahkota Miss Universe bisa kamu pakai, dunia pun dapat kamu takhlukan.

Minggu, 29 Januari 2017

2016, Tahun Gemilang Bagi Indonesia



Tahun 2016 menjadi tahun yang sangat gemilang bagi Indonesia. Bagaimana tidak, 5 wakil Indonesia meraih prestasi yang sangat membanggakan di 5 kontes kecantikan terbesar dunia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa wanita Indonesia juga mampu bersaing di kacah internasional. Berikut meruapkan kebanggan Indonesia:
Kezia Warouw adalah Puteri Indonesia 2016 yang berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2016 di Manila, Filipina. Gadis yang berasal dari Sulawesi Utara ini berhasil lolos hingga 13 besar mengalahkan 73 gadis lainnya dari seluruh dunia. Keke, sapaan akrabnya juga mendapatkan award dari salah satu sponsor yaitu Phoenix Smile dan 10 besar Best National Costume dengan tema Garuda. 
Persatasi berikutnya adalah Natasha Manuela, gadis yang memenangkan ajang Miss Indonesia 2016 ini berhak mewakili Indonesia di ajang Miss World 2016 di Washington, Amerika Serikat, tidak kalah dari teman seperjuangannya Keke. Acha, sapaan akrabnya, meraih prestasi yang gemilang di ajang tersebut. Acha berhasil menjadi 2nd runner up Miss World 2016 yang otomatis meberikannya gelar sebagai Miss Asia (wakil Asia terbaik, karena Indonesia satu-satunya negara yang berasal dari benua Asia di 3 besar) serta Acha juga menjuarai fast track Beauty With a Purpose, juara 2 fast track Top Model dan 3 besar fast track Multimedia.
Yang ketiga adalah Felica Hwang, gadis berdarah Lampung ini menjadi juara 2 Puteri Indonesia 2016 dengan gelar Puteri Indonesia Lingkungan. Felice mewakili Indonesia di ajang Miss International 2016 di Tokyo, Jepang. Dalam ajang ini, Felice menjadi unggulan no 1 disetiap prediksi pecinta pageant seluruh dunia. Sayang, Indonesia harus mengakui kekuatan Filipina yang berhasil menjuarai ajang tersebut. Tapi Felice tidak pulang dengan tangan kosong, lebih dari itu, Felice benar-benar membawa prestasi yang sangat membanggakan, yaitu menjadi 2nd runner atau juara 3 Miss International 2016, serta meraih award Best Dresses.
Selanjutnya datang dari gadis unik dengan rambut ikalnya, Intan Alterino. Gadis yang berasal dari Sumatra Barat ini menjadi juara 3 Puteri Indonesia 2016 dengan gelar Puteri Indonesia Pariwisata. Intan berkesempatan mewakili Indonesia dalam Ajang Miss Supranational 2016 yang di gelar di Warsawa, Polandia. Intan berhasil lolos hingga 10 besar (posisi 7) dan meraih 2 award, yaitu Miss Elegance dan Miss Multimedia.
Dan yang terahir adalah Ariska Puteri Pertiwi. Ika, sapaan akrabnya adalah juara 4 Puteri Indonesia 2016, ia berkesempatan mewakili Indonesia dia ajang Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, Ika membawa mahkota pertama untuk Indonesia di 5 kontes kecantikan terbesar dunia. Ika menjadi juara Miss Grand International 2016 dan meraih award Best National Costume.
 Wow... presatsi yang sangat membanggakan, dapat dikatakan pula batch 2016 adalah batch terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang kecantikan. Semoga tahun 2017 kita mendapatkan wakil yang tidak kalah tangguhnya dan tentunya akan membawa mahkota baru untuk INDONESIA.

Rabu, 30 November 2016

Indonesia, Raih Gelar Miss Grand International 2016



Tepat pada tanggal 25 Oktober 2016, pukul 10.30 pm waktu Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat atau tanggal 26 Oktober 2016, pukul 12.30 WIB. Ariska Puteri Pertiwi di mahkotai oleh Clair Parker pemenang sebelumya sebagai Miss Grand International 2016.
Ariska Putri Pertiwi, lahir di Lhokseumawe, 13 Januari 1995. Saat ini Ika masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sumatera Utara di Medan. Banyak prestasi yang sudah Ika dapatkan, diantaranya Indonesia Creative Icon 2009, Puteri Tenun Sumatera Barat 2010, dan menjadi Duta Palang Merah Indonesia Sumatera Utara. Gagal menjadi wakil Puteri Indonesia Sumatera Utara 2014, tidak membuat Ika menyerah. Walaupun pada waktu itu Ika hanya mendapatkan posisi 2nd Runner up Puteri Indonesia Sumut 2014. Namun, dengan kegagalan yang didapatkannya, tidak membuat Ika patah semangat, bahkan hal ini dijadikan motivasi untuk dirinya agar bisa lebih baik. Akhirnya tahun 2015 kemarin, tepatnya tanggal 27 November 2015, Ika berhasil mendapatkan gelar Puteri Indonesia Sumatera Utara 2015, dan pada tahun 2016 Ika berhasil menjadi 3rd Runner up di Ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2016. Gagal masuk Top 3 Puteri Indonesia 2016, berarti mimpi Ika untuk mewakili Indonesia di salah satu ajang International terhenti.
Ternyata, keberuntungan masih menaunginya, kabar gembira pun datang, karena usaha dan kerja keras yang Ika tunjukan, akhirnya kesempatan untuk mewujudkan mimpinya menjadi wakil Indonesia di Ajang International terkabul, dengan dipilihnya menjadi Miss Grand International Indonesia 2016 dengan national director yaitu Elvira Devinamira, Puteri Indonesia 2014.
Setelah memenangkan Miss Grand International 2016, Ika menerima uang cash senilai USD 40.000 atau setengah miliar rupiah, mahkota terbaru dan menempati apartment mewah di Bangkok, Thailand. Mulai hari ini, Ariska Putri Pertiwi akan mengemban tugasnya sebagai Duta Perdamaian Dunia hingga memahkotai penerusnya di Vietnam, 25 Oktober 2017 medatang.

Rabu, 26 Oktober 2016

Melestarikan Budaya Melalui Ajang Kecantikan Internasional


Felicia Hwang, namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Mewakili Lampung di ajang Puteri Indonesia 2016. Felice, sapaan akrbanya. Berhasil meraih prestasi sebagai juara dua atau runner up 1 Puteri Indonesia 2016 dan mendapatkan gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2016.
Sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2016, Felice berhak mewakili Indonesia di ajang Miss International 2016, yang di gelar di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang, pada tanggal 27 Oktober 2016 mendatang.
Melalui ajang ini, Felice akan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional, salah satunya adalah national costume yang ia bawa, yang bertemakan Dewi Shinta.
Cerita tradisional yang berasal dari kisah cinta perjuangan antara Ramayana dan Shinta ini, memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia untuk selalu menjaga kehormatan dan kesetiaan dalam menjaga sebuah komitmen. Baik komitmen yang berhubungan dengan pribadi maupun dengan masyarakat luas.
Dalam sebuah kisah, Dewi Sinta, Dewa Rama dan Laksama sedang berada di hutan, tiba-tiba muncul seekor kijang emas yang merupakan perwujudan niat jahat Raja Rahwana untuk memisahkan Rama dan Shinta. Ketika sang Rama dan Laksamana pergi mengejar seekor kijang emas, tinggallah Shinta sendiri di hutan. Kemudian datanglah seorang pendeta yang ternyata merupakan penyamaran dari Rahwana. Pendeta tersebut meminta air kepada Shinta. Karena merasa kasihan, Dewi Shinta memberikan air kepada sang pendeta dan keluar dari lingkaran yang dibuat oleh Sang Laksmana. Seketika itu sang pendeta berubah menjadi Rahwana dan menculik Dewi Shinta.
Setelah semua pertempuran yang dahsyat itu dengan kekalahan dipihak Rahwana, maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhinya mereka kembali ke istana Ayodya dan memimpin Negara itu.
Diwawancarai oleh CNN Indonesia, Dynand Fariz memaparkan bahwa kostum yang dibawa Felice diciptakan hanya dalam waktu sebulan, dengan tim khusus national costume dari para pemenang JFC, Dynand membawa nuansa Bali yang kental pada tampilan keseluruhan kostum Dewi Sinta.
Dynand menggunakan matras alas sepatu untuk membuat ukiran di pundak, kalung, bagian perut, gelang, juga bagian mahkota. Matras tersebut kemudian diukir dengan corak khas Jawa. Bentuk mahkota sendiri diakui Dynand terinspirasi oleh mahkota para tokoh pewayangan.
Bali menjadi unsur yang dominan kuat. Dynand menggunakan kain prada asal Bali untuk bawahan dan ekor. Unsur tersebut semakin kuat dengan tambahan motif khas Bali, dan juga komposisi emas, putih gading, juga hitam, serta hiasan bunga kamboja. Karakter Dewi Shinta yang dinilai karismatik dan menjadi sosok wanita sempurna bagi Dynand menjadi pendorong ia membuat kostum tersebut untuk Felice. Dynand juga mengakui karakter Felice melebur ke dalam citra kostum yang ia buat.
Selain national costume yang bertemakan Dewi Shinta, Felice juga membawa busana pusaka Indonesia lainnya, yaitu kebaya. Felice sangat terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya karya Intan Avantie, putri dari Anne Avantie, sang legenda kebaya.
Ajang kecantikan adalah salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut serta melestarikan budaya dan memperkenalkannya kepada dunia. Marilah kita jaga budaya leluhur bangsa sebelum semuanya hilang terjerat kail tetangga sebelah. Salah satunya dengan cara mendukung semua anak bangsa yang bertarung membawa nama Indonesia di ajang kecantikan Internasional.