Laman

Rabu, 30 November 2016

Indonesia, Raih Gelar Miss Grand International 2016



Tepat pada tanggal 25 Oktober 2016, pukul 10.30 pm waktu Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat atau tanggal 26 Oktober 2016, pukul 12.30 WIB. Ariska Puteri Pertiwi di mahkotai oleh Clair Parker pemenang sebelumya sebagai Miss Grand International 2016.
Ariska Putri Pertiwi, lahir di Lhokseumawe, 13 Januari 1995. Saat ini Ika masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sumatera Utara di Medan. Banyak prestasi yang sudah Ika dapatkan, diantaranya Indonesia Creative Icon 2009, Puteri Tenun Sumatera Barat 2010, dan menjadi Duta Palang Merah Indonesia Sumatera Utara. Gagal menjadi wakil Puteri Indonesia Sumatera Utara 2014, tidak membuat Ika menyerah. Walaupun pada waktu itu Ika hanya mendapatkan posisi 2nd Runner up Puteri Indonesia Sumut 2014. Namun, dengan kegagalan yang didapatkannya, tidak membuat Ika patah semangat, bahkan hal ini dijadikan motivasi untuk dirinya agar bisa lebih baik. Akhirnya tahun 2015 kemarin, tepatnya tanggal 27 November 2015, Ika berhasil mendapatkan gelar Puteri Indonesia Sumatera Utara 2015, dan pada tahun 2016 Ika berhasil menjadi 3rd Runner up di Ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2016. Gagal masuk Top 3 Puteri Indonesia 2016, berarti mimpi Ika untuk mewakili Indonesia di salah satu ajang International terhenti.
Ternyata, keberuntungan masih menaunginya, kabar gembira pun datang, karena usaha dan kerja keras yang Ika tunjukan, akhirnya kesempatan untuk mewujudkan mimpinya menjadi wakil Indonesia di Ajang International terkabul, dengan dipilihnya menjadi Miss Grand International Indonesia 2016 dengan national director yaitu Elvira Devinamira, Puteri Indonesia 2014.
Setelah memenangkan Miss Grand International 2016, Ika menerima uang cash senilai USD 40.000 atau setengah miliar rupiah, mahkota terbaru dan menempati apartment mewah di Bangkok, Thailand. Mulai hari ini, Ariska Putri Pertiwi akan mengemban tugasnya sebagai Duta Perdamaian Dunia hingga memahkotai penerusnya di Vietnam, 25 Oktober 2017 medatang.

Rabu, 26 Oktober 2016

Melestarikan Budaya Melalui Ajang Kecantikan Internasional


Felicia Hwang, namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Mewakili Lampung di ajang Puteri Indonesia 2016. Felice, sapaan akrbanya. Berhasil meraih prestasi sebagai juara dua atau runner up 1 Puteri Indonesia 2016 dan mendapatkan gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2016.
Sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2016, Felice berhak mewakili Indonesia di ajang Miss International 2016, yang di gelar di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang, pada tanggal 27 Oktober 2016 mendatang.
Melalui ajang ini, Felice akan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional, salah satunya adalah national costume yang ia bawa, yang bertemakan Dewi Shinta.
Cerita tradisional yang berasal dari kisah cinta perjuangan antara Ramayana dan Shinta ini, memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia untuk selalu menjaga kehormatan dan kesetiaan dalam menjaga sebuah komitmen. Baik komitmen yang berhubungan dengan pribadi maupun dengan masyarakat luas.
Dalam sebuah kisah, Dewi Sinta, Dewa Rama dan Laksama sedang berada di hutan, tiba-tiba muncul seekor kijang emas yang merupakan perwujudan niat jahat Raja Rahwana untuk memisahkan Rama dan Shinta. Ketika sang Rama dan Laksamana pergi mengejar seekor kijang emas, tinggallah Shinta sendiri di hutan. Kemudian datanglah seorang pendeta yang ternyata merupakan penyamaran dari Rahwana. Pendeta tersebut meminta air kepada Shinta. Karena merasa kasihan, Dewi Shinta memberikan air kepada sang pendeta dan keluar dari lingkaran yang dibuat oleh Sang Laksmana. Seketika itu sang pendeta berubah menjadi Rahwana dan menculik Dewi Shinta.
Setelah semua pertempuran yang dahsyat itu dengan kekalahan dipihak Rahwana, maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhinya mereka kembali ke istana Ayodya dan memimpin Negara itu.
Diwawancarai oleh CNN Indonesia, Dynand Fariz memaparkan bahwa kostum yang dibawa Felice diciptakan hanya dalam waktu sebulan, dengan tim khusus national costume dari para pemenang JFC, Dynand membawa nuansa Bali yang kental pada tampilan keseluruhan kostum Dewi Sinta.
Dynand menggunakan matras alas sepatu untuk membuat ukiran di pundak, kalung, bagian perut, gelang, juga bagian mahkota. Matras tersebut kemudian diukir dengan corak khas Jawa. Bentuk mahkota sendiri diakui Dynand terinspirasi oleh mahkota para tokoh pewayangan.
Bali menjadi unsur yang dominan kuat. Dynand menggunakan kain prada asal Bali untuk bawahan dan ekor. Unsur tersebut semakin kuat dengan tambahan motif khas Bali, dan juga komposisi emas, putih gading, juga hitam, serta hiasan bunga kamboja. Karakter Dewi Shinta yang dinilai karismatik dan menjadi sosok wanita sempurna bagi Dynand menjadi pendorong ia membuat kostum tersebut untuk Felice. Dynand juga mengakui karakter Felice melebur ke dalam citra kostum yang ia buat.
Selain national costume yang bertemakan Dewi Shinta, Felice juga membawa busana pusaka Indonesia lainnya, yaitu kebaya. Felice sangat terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya karya Intan Avantie, putri dari Anne Avantie, sang legenda kebaya.
Ajang kecantikan adalah salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut serta melestarikan budaya dan memperkenalkannya kepada dunia. Marilah kita jaga budaya leluhur bangsa sebelum semuanya hilang terjerat kail tetangga sebelah. Salah satunya dengan cara mendukung semua anak bangsa yang bertarung membawa nama Indonesia di ajang kecantikan Internasional.