Felicia Hwang,
namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Mewakili
Lampung di ajang Puteri Indonesia 2016. Felice, sapaan akrbanya. Berhasil meraih
prestasi sebagai juara dua atau runner up 1 Puteri Indonesia 2016 dan
mendapatkan gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2016.
Sebagai Puteri
Indonesia Lingkungan 2016, Felice berhak mewakili Indonesia di ajang Miss
International 2016, yang di gelar di Tokyo Dome City Hall, Tokyo, Jepang, pada
tanggal 27 Oktober 2016 mendatang.
Melalui
ajang ini, Felice akan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia
internasional, salah satunya adalah national costume yang ia bawa, yang
bertemakan Dewi Shinta.
Cerita
tradisional yang berasal dari kisah cinta perjuangan antara Ramayana dan Shinta
ini, memberikan inspirasi bagi wanita Indonesia untuk selalu menjaga kehormatan
dan kesetiaan dalam menjaga sebuah komitmen. Baik komitmen yang berhubungan
dengan pribadi maupun dengan masyarakat luas.
Dalam
sebuah kisah, Dewi Sinta, Dewa Rama dan Laksama sedang berada di hutan,
tiba-tiba muncul seekor kijang emas yang merupakan perwujudan niat jahat Raja
Rahwana untuk memisahkan Rama dan Shinta. Ketika sang Rama dan Laksamana pergi
mengejar seekor kijang emas, tinggallah Shinta sendiri di hutan. Kemudian
datanglah seorang pendeta yang ternyata merupakan penyamaran dari Rahwana.
Pendeta tersebut meminta air kepada Shinta. Karena merasa kasihan, Dewi Shinta
memberikan air kepada sang pendeta dan keluar dari lingkaran yang dibuat oleh
Sang Laksmana. Seketika itu sang pendeta berubah menjadi Rahwana dan menculik
Dewi Shinta.
Setelah
semua pertempuran yang dahsyat itu dengan kekalahan dipihak Rahwana, maka Rama
dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan
diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama
menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan
Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar
diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat
dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama
menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhinya mereka
kembali ke istana Ayodya dan memimpin Negara itu.
Diwawancarai oleh
CNN Indonesia, Dynand Fariz memaparkan bahwa kostum yang dibawa Felice
diciptakan hanya dalam waktu sebulan, dengan tim khusus national costume dari
para pemenang JFC, Dynand membawa nuansa Bali yang kental pada tampilan
keseluruhan kostum Dewi Sinta.
Dynand
menggunakan matras alas sepatu untuk membuat ukiran di pundak, kalung, bagian
perut, gelang, juga bagian mahkota. Matras tersebut kemudian diukir dengan
corak khas Jawa. Bentuk mahkota sendiri diakui Dynand terinspirasi oleh mahkota
para tokoh pewayangan.
Bali
menjadi unsur yang dominan kuat. Dynand menggunakan kain prada asal Bali untuk
bawahan dan ekor. Unsur tersebut semakin kuat dengan tambahan motif khas Bali,
dan juga komposisi emas, putih gading, juga hitam, serta hiasan bunga kamboja. Karakter
Dewi Shinta yang dinilai karismatik dan menjadi sosok wanita sempurna bagi
Dynand menjadi pendorong ia membuat kostum tersebut untuk Felice. Dynand juga
mengakui karakter Felice melebur ke dalam citra kostum yang ia buat.
Selain national
costume yang bertemakan Dewi Shinta, Felice juga membawa busana pusaka
Indonesia lainnya, yaitu kebaya. Felice sangat terlihat cantik dan anggun
dengan balutan kebaya karya Intan Avantie, putri dari Anne Avantie, sang
legenda kebaya.
Ajang
kecantikan adalah salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut serta
melestarikan budaya dan memperkenalkannya kepada dunia. Marilah kita jaga
budaya leluhur bangsa sebelum semuanya hilang terjerat kail tetangga sebelah.
Salah satunya dengan cara mendukung semua anak bangsa yang bertarung membawa
nama Indonesia di ajang kecantikan Internasional.
