Fisiknya selalu ku juga, ku rawat, ku berikan apa
keinginannya, ku sediakan kebutuhannya! Tapi, aku belum pernah bertemu batinnya
sejal 14 tahun lalu! Aku gak tau dia dimana, bersembunyi dimana! Hei… kembali!
Kasian Jatsu! Dia harus hidup seperti yang lain!
Ketika ku hujat poto ku sendiri “Palsu senyum loe! Aink geuleuh
ka sia! Kunaon sia kawas kieu? Kawas nu alus wae, mikir sia the! Deuleu batur!
Melongkeun ka sia wae! Nyengseurikeun sia! Sia teh jiga jelema nu teu gableg
polo! Pantes sia di ece, pantes!” ku baca, ku baca lagi, berulang kali,
ternyata sangat sakit! Apalagi orang lain yang melakukannya!
Mereka selalu ku ingat, wajahnya tak pernah aku lupakan!
Ketika mereka menghakimiku dengan bahagianya! Mereka harus mendapatkan balasan
dariku! Apakah mereka harus merasakan apa yang aku rasakan? Terluka? Egois
banget aku! Tak ada bedanya jika kulakukan semua itu! Yaahhhh mudah-mudahan
mereka bahagia! Lupakan saja! Meski luka ini belum sembuh dan aku gak tau kapan
itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar