Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Jatsu! Kamu Sakit?



Fisiknya selalu ku juga, ku rawat, ku berikan apa keinginannya, ku sediakan kebutuhannya! Tapi, aku belum pernah bertemu batinnya sejal 14 tahun lalu! Aku gak tau dia dimana, bersembunyi dimana! Hei… kembali! Kasian Jatsu! Dia harus hidup seperti yang lain!

Ketika ku hujat poto ku sendiri “Palsu senyum loe! Aink geuleuh ka sia! Kunaon sia kawas kieu? Kawas nu alus wae, mikir sia the! Deuleu batur! Melongkeun ka sia wae! Nyengseurikeun sia! Sia teh jiga jelema nu teu gableg polo! Pantes sia di ece, pantes!” ku baca, ku baca lagi, berulang kali, ternyata sangat sakit! Apalagi orang lain yang melakukannya!

Mereka selalu ku ingat, wajahnya tak pernah aku lupakan! Ketika mereka menghakimiku dengan bahagianya! Mereka harus mendapatkan balasan dariku! Apakah mereka harus merasakan apa yang aku rasakan? Terluka? Egois banget aku! Tak ada bedanya jika kulakukan semua itu! Yaahhhh mudah-mudahan mereka bahagia! Lupakan saja! Meski luka ini belum sembuh dan aku gak tau kapan itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar