Laman

Senin, 02 Desember 2013

Contoh Feature


Tato Ku Tak Seindah Tato Yang lain
Hari-harinya selalu tersibukan dengan rintihan luka yang mentato tubuhnya.
Tuti (25), dia adalah korban kelalayan sang pembuat jalan yang menyemburkan lelehan aspal pada tubuhnya. Tutu hanya tergolek lemah diatas kasur usang dikamar sempitnya.
Saat itu, Tuti sedang berjalan menuju tempat kerjanya. Dia selalu menyunggingkan senyuman disetiap langkahnya, tak ia duga! Lelehan aspal menyembur dari sebuah mesin disebelah kiri tubuhnya. Sontak, ia tumbang, mengeluh kesakitan diatas panasnya jalan yang keras. Sungguh ironi atas ironi, tak sesosok manusia pun yang ingin menolong Tuti. Hingga satu jam penuh, baru ada sseorang dermawan yang mampu mengetuk pintu hatinya untuk menolong Tuti.
Detik demi detik,  Roh Tuti terancam di deportasi dari jiwanya. Namun, Tuhan  bercerita lain. Ia telah sadar dari tidur sementaranya. Tapi, air mata selalu berlinang dipipinya. Melihat tubuhnya yang tertato aspal, bukan cantik yang ia dapatkan melainkan belenggu kesengsaraan menerap.
Tuti  bisa kembali cantik dengan operasi plastik. Namun, ia perlu pundi-pundi uang yang sangat menggunung. Dan itu tak Tuti miliki! Alhasil Tuti hanya bisa  diam meratapi semua ini.
Bukan kuasanya untuk mengeluh pada Tuhan, bertubi-tubi cacian menghampiri Tuti, seperti cambukan yang seharusnya tak ia dapatkan. Tapi, Tuti selalu sabar menghadapi itu. Ia selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan tuliskan, ia percaya. Tuhan akan memberikan kehidupan yang indah kelah nanti. Dan sekarang, Tuti selalu bahagia dengan hari-harinya bersama tato yang memperindah tubuhnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar